mendekati pengumuman kelulusan SMA, seluruh siswa sibuk untuk menentukan ke perguruan tinggi manakah yang akan mereka tuju. dari mulai jalur SNMPTN atau
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia. SNMPTN diselenggarakan pertama kali oleh Ditjen Dikti tahun 2008 atas
jawaban terhadap kisruh yang terjadi di forum rektor PTN se-Indonesia
terkait penyelenggaraan SPMB oleh Perhimpunan SPMB Nusantara, yang
dianggap tidak sesuai dengan pola keuangan PTN non-BHMN.
Pada awalnya, SNMPTN terdiri dari dua jalur yaitu SNMPTN undangan
(seperti PMDK) melalui nilai rapot dan SNMPTN tulis melalui ujian
tulis. Pada tahun 2013, SNMPTN tulis diubah nama menjadi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri
(SBMPTN). dan SNMPTN Undangan kemudian berganti nama menjadi SNMPTN
(tidak pakai undangan) dengan kriteria seleksi penerimaan berdasarkan
nilai rapot, nilai Ujian Nasional dan prestasi akademis lainnya.
berikut beberapa panduan semoga dapat membantumu dalam mengarahkan langkah
untuk memilih pilihan di SNMPTN kelak.
1. Redam ego dan renungkan mimpi
Cobalah
berdiskusi dengan hati kecilmu terkait mimpi masa depanmu. Usahakanlah
untuk meredam ego sebab iming-iming prestise di masyarakat jika memilih
jurusan tertentu. Ingatlah bahwa yang akan menjalani suka-duka
perkuliahan kelak adalah dirimu dan yang akan terjun ke dunia kerja
lengkap dengan hingar-bingarnya adalah dirimu.
Beranikan diri
untuk bermimpi, walau terkadang tampak konyol bagi orang lain. Lagipula
kebahagiaan yang hakiki tidak serta merta dinilai dari limpahan materi
atau seberapa tinggi jabatan seseorang, melainkan bersumber dari bathin
yang alami. Kamulah yang persis tahu seberapa dalam kemampuanmu.
Jika kamu bahkan merasa terpaksa atau terbebani dalam melakoni
suatu profesi atau mengemban status sebagai mahasiswa di jurusan yang
sesungguhnya tidak kamu kuasai, tentu yang akan menanggung
konsekuensinya adalah dirimu. Gunakan keduanya baik hati maupun logika,
ya.
Oleh
sebab itu, bertanyalah pada hati kecilmu terlebih dahulu, berusahalah
menggali potensi terbesarmu. Jangan saling mendiskritkan program studi.
Pada dasarnya, setiap rumpun ilmu berfungsi untuk saling melengkapi satu
sama lain. Semua orang itu hebat dengan potensinya masing-masing,
termasuk kamu.
2. Pantau grafik pencapaian akademikmu
SNMPTN
memang lebih memfokuskan pada capaian akademikmu selama duduk di bangku
sekolah. Oleh sebab itu, sepantasnya kamupun awas dengan perolehan
nilai-nilaimu selama sekian semester tersebut.
Misalnya kamu
hendak kuliah di program studi Kimia namun nilai-nilai Kimiamu berada di
ambang batas minimum dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Agaknya
hal ini juga patut kamu pertimbangkan lebih jauh, nih. Bukan bermaksud
mematahkan, akan tetapi mencoba memberi gambaran realita apa adanya.
Walaupun pada akhirnya bagaimana kriteria penilaian adalah hak
mutlak dari universitas bersangkutan, akan tetapi hal-hal terkait dengan
grafik pencapaian akademik termasuk prestasi non-akademik yang
sekiranya mendukung untuk pilihanmu itu juga layak untuk dipikirkan
dengan matang.
Jangan hanya terpaku pada satu hal saja, cobalah
lebih memajemukkan pikiranmu. Kenali peluang lain yang pas dengan
capaianmu selama ini.
3. Gali informasi terkait program studi dan universitas yang dituju
Apabila
kamu didera ambigu untuk memilih diantara beberapa jurusan yang menjadi
minatmu, maka cobalah telusuri informasi sebanyaknya tentang program
studi tersebut. Baik melalui media
online, tanya-jawab dengan alumni atau kerabatmu, ataupun sosialisasi kampus yang diadakan oleh sekolah.
Misalnya,
universitas mana yang menawarkan program studi bersangkutan dengan
akreditasi A, sebaran mata kuliah, lokasi dan reputasinya, biaya hidup
dan biaya pendidikan, prospek setelah wisuda, jaringan alumni hingga
peminatan (spesialiasi) yang dapat dipilih dari program studi tersebut,
dan lainnya.
Selain itu, tak ada salahnya pula jika sesekali kamu
mengikuti seminar seputar menyambut perkuliahan atau mengorek info dari
alumni sekolahmu tentang hal-hal trivial dari universitas atau program
studi yang ingin kamu tuju. Termasuk jika kamu juga nyatanya memfokuskan
pada jumlah penerima Bidikmisi di kampus tersebut.
Terkadang ada universitas yang menganut sistem
pemeringkatan nilai secara nasional, ada pula yang mengkotak-kotakkanya
berdasarkan kriteria wilayah asal si pendaftar, ada yang jauh lebih
memprioritaskan calon mahasiswa dari provinsi yang sama dengan
universitas tersebut (sebagai kuota provinsi), hingga yang menyediakan
kuota khusus bagi pendaftar yang berasal dari daerah 3T (Terdepan,
Terluar, Tertinggal).
4. Urutkan beberapa pilihan berdasarkan kriteria prioritasme
Wajar
saja apabila kamu lantas dihadapkan pada beberapa pilihan yang
membingungkanmu. Masing-masing pilihan memiliki kelebihannya tersendiri
walaupun merupakan satu program studi namun berbeda universitas.
Oleh
sebab itu, cobalah tentukan kriteria utamamu terlebih dahulu untuk
program studi yang sudah kamu canangkan itu. Misalnya, kamu tidak
keberatan jauh dari orangtua asalkan universitas dan program studi
berakreditasi A. Maka urutkan pilihanmu berdasarkan akreditasi atau
reputasi kampus tersebut. Atau justru sebaliknya, atas alasan tertentu
kamu tidak diperkenankan mengambil lokasi di luar pulau tempatmu
berdomisili saat ini. Maka susun urutan berdasarkan lokasi terdekat
dengan domisilimu.
Selanjutnya, cobalah periksa ulang kembali.
Sebisanya imbangkan antara kualitas dan lokasinya jika bagimu dua hal
ini adalah yang paling krusial. Mungkin ada universitas yang terdekat
dengan rumahmu tapi kurang secara kualitas, sedangkan ada universitas
yang agak jauh dari rumahmu tapi unggul dalam hal kualitas.
Nah,
jangan abaikan pula tentang kuota yang diterima dan peminatnya pada
tahun lalu, ya. Sebab hal ini juga menjadi bahan pertimbangan yang tak
kalah penting. Selain itu, agaknya berkaca pada rekam rerataan nilai
yang diterima di kampus bersangkutan juga dapat dijadikan pedoman.
Misalnya,
berdasarkan informasi, universitas tersebut termasuk ke dalam 10
universitas dengan rerata nilai tertinggi nasional baik untuk kelompok
SAINTEK maupun SOSHUM. Dengan kata lain, agaknya seleksi untuk menembus
universitas tersebut terbilang kompetitif.
5. Tentukan pilihan akhir dengan jeli membaca peluang
Setelah
merenungkan mimpi, menyesuaikannya dengan capaian akademik, minat, dan
bakat, serta menggali informasi sebanyaknya, hingga mengurutkan calon
pilihan berdasarkan kriteria prioritas, maka saatnya kamu menentukan
keputusan akhir dalam SNMPTN tersebut.
Misalnya kamu memang
berminat di program studi Akuntansi sebab cita-citamu yang ingin menjadi
seorang akuntan handal, kamu juga termasuk tipikal siswa yang cermat,
mengantongi prestasi sebagai wakil provinsi untuk OSN Ekonomi, dan
capaian nilai-nilaimupun mendukung dengan grafik capaian yang naik di
setiap semesternya terutama untuk mata pelajaran Akuntansi, Ekonomi, dan
Matematika. Nah, agaknya dengan memilih program studi Akuntansi sudah
pas untukmu.
Apalagi jika disokong pula dengan jejak rekam
sekolahmu yang gemilang di kampus tersebut melalui prestasi alumni
sekolahmu disana, akreditasi sekolahmu sudah A, rasio antara kuota dan
peminat tahun lalu dalam jalur ini untuk program studi bersangkutan pun
tampaknya cukup berdaya saing bagimu, dan ditambah lagi dengan kualitas
universitas dan program studi yang memang terakui secara nasional.
Dengan kata lain, peluangmu untuk diterima pada pilihan SNMPTN tersebut
terbilang cukup bagus.
Lihat dirimu dan lihat juga targetmu,
apakah terbuka jalan untuk mencapainya? Menjadi optimis itu bagus, akan
tetapi bersikap realistis juga tak boleh dilewatkan. Singkatnya, kamu
harus jeli membaca peluang untuk mengisi tiga program studi di dua
universitas berbeda tersebut.
6. Tentunya jangan lupa berdoa dan bersyukur untuk apapun hasilnya nanti
Pastinya,
jangan lupa berdoa, ya. Bagaimanapun hasilnya kelak, cobalah berpikir
lebih lapang. Jika kamu dinyatakan lulus, maka bersyukurlah dan
manfaatkan kesempatan ini. Kendatipun sebaliknya, siapa tahu
ketidaklulusanmu bisa jadi adalah kesempatan terbaik yang kamu peroleh.
Percayalah, Tuhan pasti punya rencana indah untukmu.
Misalnya saja, jika kamu lulus SNMPTN maka kamu 'diharuskan' untuk mengambil kesempatan tersebut sebab ada konsekuensi berupa
blacklist bagi
adik-adik kelasmu kelak jika mengambil program studi bersangkutan.
Padahal program studi atau universitas tersebut bukanlah mimpi
terbesarmu.
Sekiranya kamu belum diberi rezeki untuk lulus SNMPTN,
siapa tahu kamu justru lulus di program studi lain yang benar-benar pas
dengan minat dan bakatmu. Atau bahkan memperoleh kesempatan untuk
berkecimpung di jalur lain seperti sekolah kedinasan atau bahkan
bergabung dengan angkatan militer.
Intinya, berjuanglah sekuatnya
dan bersyukurlah atas apapun hasil perjuanganmu tersebut. Petik
hikmahnya, sesungguhnya kamu bahkan sudah menaklukkan seleksi terberat
yakni menjadi pemenang atas ketakutan dari dalam dirimu dalam upaya
menghidupkan sebuah mimpi.
Ibarat seperti sebuah perjalanan, jika
kamu bahkan tidak berani bermimpi yang sejatinya adalah sebuah langkah
awal, maka kamu tentu tidak akan pernah bisa sampai pada tujuan
perjalananmu tersebut. Dan, kamu sudah mengawali langkah pertamamu.
Percayalah, kamu sudah jauh lebih kuat. Oleh sebab itu, teruslah
melangkah, jangan menyerah kalah pada keadaan.
Kamu itu kuat, maka bangunlah mimpi yang hebat, walau itu tampak berat. Semangat!